beberapa bedebah meremehkan tentang konsep laku dengan dua tema radikal yaitu jiwa dan divya, aku dan lakonku mungkin tak pernah tersampaikan hingga beberapa orang hanya melihat dalam bentuk dua kata tanpa makna, yahh bagi MERAH NAGA merekalah mayat hidup dalam dunia.
JIWA dalam pengertianku aadalah aspek yang sangat tak bisa di artikan, mungkin ini sesuatu yang bisa dikatakan omong kosong, tapi untuk diri, ini adalah sebuah lakon untuk tetap sadar dan berada pada jalurnya. kita membicarakan tentang jiwa bukan hanya pada ranah abstrak semata tapi sampai pada bagaimana kita bertindak, ini adalah jiwa dalam kepalaku.
DIVYA dalam pengertianku mungkin tak lepas dari artian sansekerta tentang kekuatan Tuhan, yaa dalam beberapa sisi lakonku slalu merujuk pada jiwa dan divya, jiwa adalah penerang dan divya adalah pendorong. kira-kira begitulah pengertianku tentang divya,
aku tak pernah berbagi lebih dan bahkann selalu bermain dalam imajinasiku dengan membentuk dua orang dalam kepala, dan namanya sama jiwa dan divya, ini terdengar agak gila tapi seperti inilah realitanya, ketika sebuah janji dilangsungkan lewat kata maka ada unsur jiwa yang beriringan untuk tetap konsisten. dialah penjaganya, divya selalu berada dibelakang ketika semua tak sesuai dengan ekspektasi yang ada dia menjadi pendorong untuk tetap konsisten. yahh untuk semuanya. antara LAKON DAN PIKIRAN.
Komentar
Posting Komentar