Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2020

nyatanya

apalah daya, bedebah brengsek mencoba untuk merubah stigma dan kebiasaannya. menjadi proritas dan perhatian berlebihan dikata sakit, menjadi yang tak perduli dikata mempunyai sosok lain, menjadi biasa-biasa seperti kebanyakan lantas kau menggerutu bosan. apa yang harusnya dibuat? pada kata ku ucap pada gerak ku buat. ketenangankah? atau egokah? masa menjadi suram, walau sesak, sudah resikonya. dihargai tidaknya yahh sudah sewajarnya. berdamai dengan diri sendiri adalah hal paling soft untuk dilakukan. menangis pada tumpuan bahu sendiri, menghadap cermin dan memaki diri.

Tiada

Berikan keterangan bukan tatapan tajam tanpa ucapan Berikan peringatan bukan rasa kesal dan ketidaknyamanan Terbukalah itu akan meredam suram. Apakah sudah waktunya beranjak meniadakan kata (Kita)?